Dalam kesempatan itu, pihak Bulog juga memaparkan sejumlah kendala di lapangan, seperti alih fungsi lahan pertanian, keterbatasan irigasi, serta tantangan dalam menjaga kualitas gabah dan beras lokal.
Meski demikian, Bulog menegaskan tetap menjaga tiga fungsi utama mereka, yaitu stabilisasi harga, ketersediaan stok, dan keamanan pangan (buffer stock).
Komisi II DPRD Sulteng memberikan Apresiasi terhadap Kinerja Bulog Kabupaten Poso yang terus berinovasi, termasuk upaya memperbaiki citra beras Bulog agar lebih kompetitif di pasaran.
“Kita berharap Bulog terus menjadi pengendali utama stabilitas pangan daerah. Stok yang aman harus sejalan dengan harga yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” tegas Marlelah.
Bulog Poso juga menyampaikan, mereka kini sedang menunggu proses pembangunan gudang baru di Kabupaten Tojo Una-Una, guna memperpendek jalur distribusi dan mempercepat penyaluran logistik pangan antarwilayah.
Melalui kunjungan ini, Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Bulog dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. ***



















