PT Vale percaya, keberagaman menciptakan nilai tambah dan memperkuat budaya kerja yang inklusif, aman, dan produktif bagi seluruh insan perusahaan pertamabangan nikel itu.
“Keterlibatan perempuan dalam mendukung proyek Morowali mencerminkan komitmen kami yang teguh terhadap inklusi gender, termasuk penyediaan fasilitas berbasis gender,” jelasnya.
Hingga minggu ke-21 tahun 2025, total jumlah pekerja di Morowali mencapai 3.123, dengan 229 di antaranya adalah perempuan, yang mewakili sekitar 7 persen dari total tenaga kerja PT Vale pada proyek pertambangan mereka di Morowali.
Wafir menegaskan, perseoran akan terus mengedepankan transparansi serta mendorong keberagaman, kesetaraan dan inklusi di sektor pertambangan.
“PT Vale senantiasa terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik, serta terus belajar dari berbagai pihak dalam upaya mewujudkan lingkungan kerja yang setara, adil dan berkelanjutan,” tandasnya.
Dikutip dari situs resminya, PT Vale memiliki target untuk Meningkatkan partisipasi pekerja perempuan menjadi 16 persen dari total karyawan pada tahun 2026 dan Meningkatkan perempuan dalam peran Kepemimpinan – Supervisor, Manajer dan Eksekutif menjadi 20 persen dari populasi perempuan pada tahun 2026.
Bahkan, perseroan ini telah dipimpin oleh seorang wanita sejak 2021, yaitu Febriany Eddy, yang menjabat sebagai CEO (Presiden Direktur) hingga April 2025 lalu. RED



















