PT Vale memiliki program pemberdayaan masyarakat untuk sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan sebagainya yang juga berfokus pada keberlanjutan bagi masyarakat di wilayah operasional.
Beberapa waktu lalu PT Vale juga meluncurkan program Livelihood Restoration Program (LRP) sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat agar mampu membangun mata pencaharian berkelanjutan, khususnya kelompok terdampak atas perubahan tata guna lahan dan pengembangan proyek strategis nasional seperti Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
“Sebagai perusahaan pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. Melalui Livelihood Restoration Program, kami memastikan bahwa proses transformasi kawasan industri tetap inklusif dan memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar Manager External Relations IGP Pomalaa, Hasmir beberapa waktu lalu.
Program pengelolaan limbah rumah tangga juga didorong oleh PT Vale untuk dikomersialisasi melalui pelatihan komunitas desa.
Tak seperti kebanyakan perusahaan pertambangan yang membatasi informasi dan kondisi operasional di dalam kawasan, PT Vale rutin menyelenggarakan media visit dan halal bihalal dengan media untuk menunjukkan praktik pertambangan berkelanjutan dan memastikan transparansi informasi publik.
Pada Februari 2025, Komisi XII DPR RI pun melakukan kunjungan kerja ke PT Vale untuk melihat langsung praktik rehabilitasi lahan, produksi tahunan, keselamatan kerja, kuota produksi, dan akses masyarakat ke fasilitas publik di kawasan konsesi.
Seperti diketahui, pemerintah melalui MIND ID kini menjadi pemegang saham terbesar PT Vale (34 %) setelah mengakuisisi 14 % saham, menggantikan sebagian kepemilikan asing.



















