Morut Slalom Car 2025: Kebangkitan Setelah 25 Tahun “Mati Suri”, Dihiasi Lahirnya Bintang Baru Kezia Marunduh

Morut Slalom Car 2025
Ist
Morut Slalom Car 2025
Kezia Marunduh

Kezia baru kembali ke Morowali Utara setelah orangtuanya yang merantau di Papua memutuskan kembali ke Morowali Utara tahun 2004.

“Saya mau ikut kegiatan ini, tapi ini mobil mama. Kalau rusak bagaimana, saya belum bisa ganti kalau ada apa-apa,” kata Kezia saat panitia melihat dirinya di arena sirkuit pada sesi latihan dua hari sebelum kegiatan.

Melihat minatnya, panitia sepakat meminjamkan mobil panitia untuk dipakai latihan. Tidak mengecewakan, karena Kezia punya dasar dan keberanian yang menjadi modal dasar mengaspal di arena.

Jadilah Kezia sebagai pembalap wanita satu-satunya di kejuaraan ini. Namun dari mulanya hanya ikut kelas lokal Morut, Kezia ternyata ikut semua kelas (6 kelas) yang dipertandingkan.

Ketahanan fisik menjadi faktor utama untuk bertahan. Namun Kezia bertahan dari pagi sampai malam mengikuti semua nomor dan berlaga di semua nomor final. Namun prestasi terbaiknya hanyalah juara 5 FWD Pemula (Non Double Caliper).

Prestasi ini tergolong spektakuler karena Kezia harus bertarung di antara pembalap pria yang sudah punya jam terbang di lintasan balapan.

Di kelas yang dirinya menduduki peringkat 5, peserta lainnya selama ini dikenal sebagai raja jalanan Morowali Utara – Palu setiap dua hari.

Bekal sebagai mantan karateka dan pendaki gunung nampaknya menempa mental dan juara. Tercatat 18 kali Kezia harus tampil sepanjang hari melintasi dua soal berbeda dengan gonta ganti mobil berdasarkan nomor yang dipertandingkan.

Hebatnya, Kezia selalu fokus dan stabil di belakang stir mobil yang dikendarainya.

Perjalanan masih panjang buat Kezia untuk membuktikan dirinya di arena Slalom Car, karena dua tahun sebelum kelahirannya di tahun 2002 Slalom Car di Sulawesi Tengah sudah mati suri.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *