Namun dengan berkembangnya teknologi informasi masyarakat dapat menggunakan sistem digitalisasi untuk mempermudah mengakses berbagai bidang ilmu untuk menambah wawasan. Akan tetapi, kata dia tidak serta-merta harus meninggalkan budaya membaca buku yang telah tersedia di perpustakaan.
Karena dalam hal ini tidak semua masyarakat dapat mengakses informasi melalui digitalisasi dan juga dalam hal ini berdasarkan hasil penelitian dan data dilapangan 30% masyarakat lebih memilih membaca buku dibandingkan mengganggu sistem digitalisasi untuk bisa memperoleh informasi dan untuk menambah wawasan yang luas lagi.
Selain itu, Dr.I Nyoman Slamet, juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terpilihnya sebagai salah satu pengurus PD-IPI Provinsi Sulteng Priode 2022-2025.
Selain itu juga menyampaikan bahwa IPI merupakan salah satu wadah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga sebagai salah satu wadah untuk dapat berkarya, berkomunikasi, dan juga berprestasi serta dapat melakukan berbagai inovasi dan terobosan-terobosan yang menggunakan sistem digitalisasi sehingga dapat lebih meningkatkan minat baca masyarakat dengan melalui berbagai program-program yang berbasis inklusi sosial.
“Akan tetapi kita juga tidak bisa menghilangkan budaya membaca buku secara langsung, karena itu merupakan budaya yang sudah turun temurun dan juga tidak menutup kemungkinan semua ilmu atau informasi yang ada di sistem digitalisasi itu sama dengan yang ada di dalam buku,” ujarnya.
Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Plt.Staf Ahli Gubernur Provinsi Sulteng Bidang Ekonomi Pembangunan Drs Abdul Raaf Malik MSi selaku yang mewakili gubernur, Wakil Rektor-I Universitas Tadulako, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulteng, serta para pengurus PD-IPI Provinsi Sulteng Priode 2022-2025. RED














