ReferensiA.id- PT Vale Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan dalam kinerja keuangan pada triwulan ketiga 2025. Pendapatan mencapai AS$278,6 juta, naik 27% dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring meningkatnya volume penjualan nikel matte dan saprolit.
Kenaikan pendapatan ini turut mendorong pertumbuhan EBITDA perseroan dengan kode emiten INCO menjadi AS$74,6 juta, hampir dua kali lipat dari triwulan sebelumnya yang sebesar AS$40 juta.
Laba bersih PT Vale juga melonjak menjadi AS$27,2 juta, dibandingkan hanya AS$3,5 juta pada triwulan kedua 2025.
Direktur & CFO PT Vale, Rizky Putra, menegaskan, peningkatan profitabilitas merupakan hasil dari efisiensi produksi, stabilitas harga jual, serta disiplin dalam pengendalian biaya.
“Kami juga mulai melihat kontribusi dari penjualan bijih saprolit Bahodopi, yang
memperkuat kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi,” kata Rizky dalam keterangan, Kamis 30 Oktober 2025.
Selain itu, selama triwulan ketiga 2025, PT Vale juga berhasil menjaga efisiensi operasional dengan penurunan biaya kas per unit nikel matte menjadi AS$9.304 per ton, dari AS$9.384 per ton pada triwulan sebelumnya.
Penurunan ini didukung oleh strategi optimalisasi pengadaan dan efisiensi konsumsi energi.
Meski aktivitas produksi meningkat, Perseroan tetap mempertahankan daya saing melalui pengendalian biaya bahan bakar dan peningkatan produktivitas.
Hingga 30 September 2025, posisi kas dan setara kas Perseroan mencapai AS$496,3 juta dengan belanja modal (capex) sebesar AS$331,4 juta.
Angka ini meningkat dari AS$200,9 juta pada tahun sebelumnya, sejalan dengan percepatan pembangunan proyek strategis Bahodopi dan Pomalaa.
Perseroan mempertegas bahwa investasi mereka berfokus pada pertumbuhan jangka panjang yang bertanggung jawab, sejalan dengan komitmen terhadap prinsip pertambangan berkelanjutan. ***



















