ReferensiA.id- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kembali mencatatkan keberhasilan operasional dan menguatkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci industri nikel di Indonesia, seiring dengan berbagai aktivitas strategis di lokasi tambang dan proyek hilirisasi.
Baru-baru ini, Proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa menyambut kedatangan unit autoclave pertama—alat vital untuk proses pengolahan nikel menjadi produk bernilai tambah—yang dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya hilirisasi mineral di Indonesia. Kedatangan autoclave ini memberi sinyal bahwa langkah transformasi industri nikel semakin nyata.
Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril menyampaikan, kedatangan dua unit autoclave ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Proyek HPAL Pomalaa, sebagai jantung dari proses HPAL, yang memungkinkan pengolahan bijih laterit menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti MHP.
Melalui teknologi tersebut, PT Vale tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.
“Kami mengapresiasi kolaborasi seluruh mitra dan berkomitmen melanjutkan pembangunan dengan mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” jelas Asril.
Selain itu, aktivitas produksi nikel matte menunjukkan tren positif selama tahun ini. Pada triwulan III 2025, total produksi PT Vale mencapai angka yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, didukung oleh percepatan operasi di proyek Bahodopi, Sulawesi Tengah. Capaian ini juga mencakup penerapan awal penjualan bijih nikel saprolit dari beberapa blok operasi, mencerminkan diversifikasi sumber produksi.
Dalam ranah kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, PT Vale juga aktif menginisiasi program transformasi pertanian berbasis inovasi. Program ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas dampak sosial-ekonomi di luar kegiatan tambang, termasuk dalam pemberdayaan masyarakat lokal.



















