Melalui IGP Morowali—proyek investasi nikel senilai US$2 Miliar (pabrik dan tambang) dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL), yang konstruksinya kini mencapai 95 persen dan ditargetkan beroperasi penuh di 2025—PT Vale menempatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu pilar utama.
Pendekatan berbasis implementasi dimulai dengan studi social baseline di 13 desa pemberdayaan, yang memetakan kondisi sosial-ekonomi, potensi risiko, serta kelompok pemetaan aspek kerentanan.
Hasil kajian menjadi dasar perancangan program kesehatan yang adaptif dan sesuai kebutuhan nyata warga.
Salah satu inisiatif utama adalah revitalisasi Puskesmas Bahomotefe yang dibangun PT Vale pada 2010. Fasilitas layanan kesehatan bagi lebih dari 16.000 jiwa ini sempat menurun fungsinya karena atap bocor, sanitasi tidak memadai, hingga kelistrikan yang tidak standar.
Pada 2022, PT Vale melakukan renovasi menyeluruh yang rampung dalam setahun. Revitalisasi meliputi pembenahan gedung, penambahan fasilitas, pembangunan pagar pengaman, serta hibah dua unit ambulans.
Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia juga dilakukan dengan melatih 40 tenaga kesehatan bersama trainer nasional, Dinas Kesehatan, dan Pemda Morowali.
Hal ini dilakukan agar layanan kesehatan kepada ibu-anak, kesehatan lingkungan, serta layanan medis terstandarisasi.
Program kesehatan ini diperluas melalui Gerakan Masyarakat Sehat, mencakup senam rutin, pemeriksaan berkala, pemberian makanan tambahan, hingga kampanye gizi seimbang.
Edukasi anti-NAPZA digelar di sekolah, sementara posyandu diperkuat agar layanan ibu-anak berjalan optimal.
Dampak program terukur. Evaluasi 2024 menggunakan metode SROI menunjukkan rasio 1,40, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp1,40 manfaat sosial. Puskesmas Bahomotefe juga berhasil meraih Akreditasi Paripurna, status tertinggi bagi puskesmas di Indonesia.



















