PT Vale Kembali Gelar Dialog Terbuka Bersama Masyarakat Terkait Pemulihan Towuti

PT Vale
Masyarakat yang terdampak kebocoran pipa minyak berdialog bersama manajemen PT Vale. / Ist

Berdasarkan klasifikasi ini, mekanisme kompensasi dirancang agar setiap warga terdampak menerima haknya secara proporsional.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengingatkan bahwa solusi penyaluran biaya penanganan dampak yang ditawarkan perusahaan kepada masyarakat harus dilihat secara adil sesuai kondisi riil yang dihadapi.

“Mekanisme dalam proses pembayaran melalui beberapa tahapan; satu rupiah yang keluar harus bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Pada pertemuan hari ini PT Vale sudah memberikan jawaban-jawaban untuk kita semua,” katanyam

Baca Juga:  PT Vale Tegaskan Komitmen Dukung Penerapan Keberlanjutan di Industri Tambang

Seorang petani penggarap di Desa Timampu, Iswanto, menyampaikan keresahannya. “Karena peristiwa ini aktivitas kami berhenti, lalu kemana kami mencari penghidupan?”

Dalam menanggapi hal tersebut, Budiawansyah memberi jawaban yang solutif, perusahaan memahami situasi yang dihadapi masyarakat saat ini sehingga berbagai upaya dilakukan agar memperoleh solusi terbaik sesuai dengan mekanisme yang berdasarkan prinsip adil dan proporsional.

Baca Juga:  PT Vale Proaktif Mitigasi Potensi Bencana, Simulasikan Tindak Darurat Ancaman Jebol Bendungan Seri Sungai Larona

Komitmen pemulihan Towuti yang dilakukan PT Vale bukan hanya sekadar program jangka pendek, kondisi lingkungan, termasuk kualitas air dan tanah, telah menunjukkan hasil uji yang aman dan berada di bawah baku mutu pemerintah.

Proses penyaluran biaya penanganan dampak akan terus berlanjut hingga setiap individu yang terdampak memperoleh haknya sesuai kondisi yang dihadapi.

Insiden tumpahan minyak di kawasan konservasi dan dampak lingkungan di Towuti kini dijawab dengan fakta lapangan dan kolaborasi nyata bersama pemerintah daerah.

Baca Juga:  Pangdam XIII/Merdeka Dukung Proyek PT Vale di Morowali untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan PSN

PT Vale menekankan bahwa pemulihan lingkungan termasuk kawasan konservasi Danau Towuti, serta aspek sosial masyarakat, dijalankan melalui pendekatan transparan, ilmiah, dan partisipatif.

Perseroan menjalankan seluruh proses pemulihan dengan prinsip GCG (Good Corporate Governance), serta terbuka terhadap audit independen, verifikasi publik, dan dialog konstruktif dengan semua pemangku kepentingan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *