Adapun sisa pengerjaan meliputi pembangunan kolam sedimentasi dan saluran air di bawah area Workshop Office Compound (WOC).
“Upaya ini tidak hanya mencerminkan tanggung jawab kami terhadap lingkungan, tetapi juga komitmen keberlanjutan kami dalam mendukung masyarakat lokal di tempat kita beroperasi dan hidup harmoni, khususnya petani yang bergantung pada Sungai Bahopenila untuk irigasi sawah mereka,” katanya.
Dia menjelaskan, Perseroan senantiasa memperhatikan seluruh aspek dalam beroperasi tidak sekadar mengejar profit, tapi juga memikirkan people dan planet agar semua bisa berjalan dengan maksimal dimana aktivitas tambang berjalan, lingkungan terjaga dan kesejahteraan bisa ditingkatkan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah kunci dari setiap pengembangan, dan PT Vale bertekad untuk terus menjalin sinergi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan kehidupan yang lestari,” tambahnya.
Transparansi dan Kolaborasi
Kesuksesan pemulihan Sungai Bahopenila tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan guna memastikan setiap tindakan mendapatkan masukan dan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Langkah transparan PT Vale senantiasa melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan dengan menjalin dialog terbuka. Koordinasi intensif dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan perwakilan petani telah dilakukan untuk memastikan solusi yang diambil tepat sasaran.
Perseroan melalui tim yang andal, juga terus memantau kondisi lingkungan seperti pengukuran kualitas air dan tanah secara berkala untuk mencegah permasalahan serupa di masa depan.
Ketua Kelompok Tani Desa Onepute Jaya, Dedi Sukardi, menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif PT Vale dalam melakukan upaya normalisasi yang berdampak positif bagi para petani di wilayah tersebut.



















