PT Vale Optimalkan Digitalisasi untuk Tingkatkan Keselamatan

PT Vale
Wakil Presiden Direktur (Wapresdir) PT Vale Adriansyah Chaniago. / Ist

“Ke depan, kami dari manajemen juga melihat ini sesuatu yang harus kita pantau secara rutin,” tutur Adriansyah.

Lebih lanjut, Adriansyah juga menyebut soal impelementasi teknologi pada aspek sustainabililty dalam hal dekarbonisasi yaitu dengan membuat peta jalan.

PT Vale Indonesia, kata Adriansyah, menargetkan peta jalan zero net carbon emission pada 2050.

“Untuk sampai ke sana (2050) banyak sekali inisiatif- inisiatif yang harus dilakukan yang mungkin teknologinya masih setengah jadi atau seperempat. Jadi target nomor satu yang kami bisa lakukan adalah kita set yang paling feasible di 2030,” tambahnya.

Baca Juga:  Tanur 4 Selesai, Produksi Nikel PT Vale Naik 39 Persen pada Triwulan III-2022

Di kesempatan yang sama, Direktur Teknik atau Kepala Inspektur Tambang Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi menekankan agar ke depan insan pertambangan tetap harus memberikan penguatan terhadap kegiatan operasional di lapangan dengan mengedepankan budaya K3, agar aman dan selamat dalam bekerja sehingga tetap terjaga keberlangsungan usahanya.

Baca Juga:  Progres Pembangunan PT Vale IGP Morowali Signifikan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

“Keberlangsungan usaha inilah yang menjadi poin kita di tahun ini, karena kita melihat bahwa kita sudah banyak melihat contoh akibat mispersepsi dari bagaimana keselamatan itu yang dipandang masih menjadi center cost dibandingkan investasi,” katanya.

Dijelaskannya, ke depan ini memang kondisi-kondisi tambang yang memiliki resiko tinggi akan didorong bagaimana peran dari penggunaan SDM atau human itu dikurangi dan digantikan dengan peralatan.

“Mungkin bisa dikendalikan secara jauh dan remote dan juga kita berharap kondisi kecermatan dari peralatan yang digunakan dan resiko terhadap bahaya kita kurangi, terutama tambang-tambang yang posisi cadangannya sudah sangat marjinal tapi tetap memiliki produktivitas,” jelasnya.

Baca Juga:  Kongres Pasitabe 2024: PT Vale Dukung Pelestarian Budaya Suku Luwu Timur

Lebih lanjut Sunindya berharap perlu adanya sinergi terhadap peningkatan produktifitas di tambang dalam transformasi digital. Kemudian perlunya mitigasi ,tantangan teknis dan sosial, serta efisiensi biaya operasional.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *