PT Vale tidak berjalan sendiri, tetapi aktif membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengimplementasikan program pemberdayaan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan (sustainability) yang dicatat dalam laporan sosial perusahaan, di mana PT Vale mengalokasikan anggaran besar untuk program sosial seperti Community Development and Empowerment Program (PPM) yang fokus pada pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan dukungan terhadap UMKM.
Pelaksanaan program-program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Misalnya, peningkatan keterampilan, pendapatan, kemampuan bercocok tanam dan berwirausaha, serta akses layanan dasar yang lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi sosial PT Vale melampaui sekadar kewajiban CSR, tetapi menjadi bagian dari pembangunan komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam berbagai kesempatan, pihak PT Vale menegaskan bahwa tujuan program sosialnya bukan hanya menciptakan dampak jangka pendek, tetapi juga memastikan komunitas sekitar memiliki kapasitas untuk tumbuh mandiri secara ekonomi dan sosial. Mereka menyatakan bahwa keberlanjutan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya sebagai istilah semata.
“Pemberdayaan masyarakat adalah esensi dari keberlanjutan itu sendiri. Bagi kami, setiap program harus membuka peluang, memperkuat kapasitas, dan menghadirkan kemajuan jangka panjang bagi masyarakat di sekitar operasi kami,” ungkap Executive Advisor PT Vale Indonesia Tbk, Vinicius Mendes Ferreira usai menerima penghargaan Community Empowerment pada ajang ESG Appreciation 2025 beberapa waktu lalu. ***



















