Dikatakan Agus, rencana pekerjaan pengaman pantai ini berdasarkan tindak lanjut dari permohonan masyarakat melalui Bupati Kolaka pada tahun 2020.
“Selain itu juga ada usulan pengaman Pantai Konaweha yang permukimannya lebih padat dengan garis pantai sekitar 1 km,” katanya.
Untuk Pengaman Pantai Konaweha dikatakan Agus, akan ditangani dengan tiga unit Groin tipe T dengan total panjang 850 m dengan tumpukan batu bolder.
“Di groin ini kita sediakan akses untuk wisata dan penjualan tangkapan laut. Lebarnya 1,6 meter tidak terlalu lebar untuk mencegah masuk mobil. Perkiraan anggarannya sekitar Rp35 miliar,” ujarnya.
Anggota IV BPK-RI Haerul Saleh menyambut baik kunjungan Menteri PUPR sebagai bagian dari upaya pemantauan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Dengan kunjungan seperti ini dapat dilihat rencana dan progres pembangunan infrastruktur secara langsung,” kata Haerul.
Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T Iskandar, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Agus Safari.
Selain itu, Kepala BPJN Sultra Freddy Siagian, Kepala BPPW Sultra Wayan Krisna Wardana, Kepala BP2JK Sultra Moh Hasbi, dan Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi III Iskandar Ismail. Red














