“Sulawesi Tengah memiliki tantangan sekaligus potensi besar. Kita membutuhkan penguatan perguruan tinggi daerah, peningkatan kualitas guru melalui revitalisasi LPTK dan PPG, serta riset terapan yang relevan dengan kebutuhan lokal, seperti pertanian, ketahanan pangan, kebencanaan, dan lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nilam juga menyoroti pentingnya pemerataan program Sekolah Unggul, beasiswa KIP Kuliah, serta dukungan riset dan vokasi agar tidak terpusat di wilayah tertentu. Menurutnya, kampus di daerah harus didorong menjadi pusat inovasi dan solusi pembangunan daerah, bukan sekadar institusi pendidikan.
“Kampus di Sulawesi Tengah harus diberi ruang dan dukungan agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal, pendamping masyarakat, serta mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan riil,” tambahnya.
Dalam evaluasinya, Nilam menekankan perlunya pengawasan kualitas belanja pendidikan, khususnya pada transfer ke daerah, agar anggaran tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendiktisaintek ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan parlemen untuk memastikan kebijakan dan anggaran pendidikan nasional berjalan efektif, berkeadilan, dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia. ***



















