RDP Komisi X DPR dengan Kepala Perpusnas, Nilam Sari: Perpus Sulteng Bisa Jadi Pusat Literasi Kebencanaan

Komisi X DPR
Nilam Sari Lawira

ReferensiA.id- Anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira mendorong Perpusataan Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) dijadikan pusat literasi pascabencana dan sosial budaya. Hal itu diutarakan Nilam saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Rabu, 14 Januari 2025.

Akibat bencana besar (gempa, tsunami dan likuefaksi) pada 2018 silam di daerah itu, meninggalkan dampak sosial yang Panjang. Sehingga, menurut Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah itu, Perpustakaan di Sulteng berpotensi menjadi pusat pemulihan sosial dan psikososial berbasis literasi.

“Berpotensi pula menjadi ruang belajar masyarakat, khususnya anak dan remaja. Namun potensi ini belum sepenuhnya didukung oleh program nasional yang terintegrasi,” kata politisi Nasdem itu.

Nilam pun menyoroti sejumlah persoalan mendasar, di antaranya terkait ketimpangan infrastruktur perpustakaan antar daerah. Lalu keterbatasan pustakawan profesional, terutama di kabupaten/kota. Kemudian ketergantungan pemerintah daerah pada dukungan APBN tanpa diimbangi komitmen APBD.

Baca Juga:  Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Hadiri Kunker Spesifik Komisi II DPR RI

“Begitu pula dengan rendahnya integrasi program literasi dengan sektor pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Sementara di Sulawesi Tengah, kondisi geografis dan akses masih jadi masalah mendasar. Sulawesi Tengah memiliki karakter wilayah yang luas, terpencar, dan sebagian rawan bencana. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses masyarakat desa dan wilayah kepulauan terhadap layanan perpustakaan.

“Tingginya biaya distribusi buku dan sarana literasi. Perpusnas perlu memperkuat skema afirmatif bagi daerah dengan tantangan geografis seperti Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Asal Sulteng Sambut Baik Putusan MK Terkait Sekolah Gratis Negeri dan Swasta

Masalah infrastruktur dan fasilitas perpustakaan juga disuarakan oleh pemilik akronim nama NSL itu. Menurut dia, sebagian perpustakaan daerah di Sulawesi Tengah masih menghadapi kondisi Gedung dan fasilitas yang belum representative, koleksi buku yang terbatas dan kurang mutakhir, akses internet yang belum merata, sehingga layanan digital belum optimal.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *