Dia bilang, di lokasi itu bisa dikelola oleh kelompok masyarakat bersama pemerintah. Untuk mewujudkan itu, perlu infrastruktur pendukung seperti kolam, gazebo dan nantinya diramaikan dengan berbagai penganan berbahan baku sagu.
“Nanti kita perbaiki jalan masuknya. Di sini pengunjung bisa menikmati makan somo (penganan khas berbahan baku sagu), cendol, dange dan semua yang terbuat dari sagu,” jelasnya.
Ia juga siap membatu masyarakat untuk pengadaan alat pengelola sagu agar masyarakat tidak lagi mengelola sagu dengan cara tradisional.
Namun, Andris mengingatkan agar masyarakat mengelola pohon sagu secara bijak agar tetap lestari.
“Saya juga berharap pemerintah setempat bisa memastikan kapan perayaan ulang tahun Kelurahan Duyu, supaya kita bisa usahakan ada festival di hutan sagu ini,” tandasnya.
Dia juga berjanji akan mengawal semua aspirasi maayarakat, terutama kebutuhan prioritas dalam membangun daerah tersebut.
“Di Duyu infrastrukturnya, baik jalan maupun drainase masih tertinggal dari kelurahan-kelurahan yanga lain, khusunya di Kecamatan Tatanga. Ini juga akan selalu kita perjuangkan dan kawal bersama,” katanya.
Camat Tatanga, Mohammad Yusuf pun mengapresiasi kinerja Andris sebagai Anggota DPRD Palu.
“Berkat pengawalan pak Andris, hampir semua pembangunan di Kelurahan Duyu dan Pengawu dapat terwujud, berkat kawalan beliau, termasuk pembangunan kantor kelurahan,” katanya.
Usai berdialog, Andris bersama sejumlah pejabat kecamatan, kelurahan dan masyarakat yang hadir pun menikmati makan bersama. Mereka berhamburan mencari posisi nyaman, sembari menikmati suasana udara segar dengan tiupan angin sepoi-sepoi di seputaran hutan sagu.
Ada juga yang melihat-lihat tempat proses pengambilan pati sagu, serta melihat sumber mata air di sana.



















