Sementara itu, Toyip, staf Jemari Sakato, mitra Save the Children Indonesia di Padang, Sumatera Barat melaporkan guncangan gempa terasa sampai di kantornya di Padang sekitar 125 km dari pusat gempa. “Kami bergegas keluar dari ruangan,” jelasnya.
Menurut Toyip, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Jemari Sakato, beberapa desa terdampak ringan, sedang, hingga berat dalam gempa ini.
“Untuk Kabupaten Pasaman Barat, ada beberapa desa terdampak. Ada Desa Kajai, Talu, Cingadi, dan yang keempat Ujung Gading, tetapi Desa Ujung Gading tidak terlalu parah. Sementara untuk Kabupaten Pasaman, yang terdampak itu Desa Malampah, Rao, dan Ladang Panjang. Bentuk kerusakannya, rumah runtuh, beberapa sekolah runtuh, sampai terjadi longsor dari Gunung Talamau,” kata Toyip.
“Ada longsor di Desa Malampah, itu dari Gunung Talamau,” Toyip menambahkan.
7 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa di Sumatera Barat
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menginformasikan pada pukul 16.30 WIB jumlah korban meninggal teridentifikasi 7 orang terdiri dari 3 orang di Kabupaten Pasaman Barat dan 4 di Kabupaten Pasaman.
Sedangkan total korban luka-luka mencapai 85 orang, dengan rincian luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang di Pasaman Barat, serta 25 orang di Pasaman.
BPBD Kabupaten Pasaman belum merinci kategori korban luka-luka yang dilaporkan ke Pusdalops BNPB. Gempa juga berdampak pada pengungsian warga.
Hingga kini sebanyak 5.000 warga mengungsi di 35 titik. BPBD melaporkan sebaran titik pengungsian di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman dan Kinali. Petugas di lapangan masih mendata warga yang mengungsi.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, para personel organisasi maupun relawan dan warga masih memfokuskan pada pencarian, penyelamatan dan evakuasi serta pelayanan kepada warga terdampak.



















