Black box tersebut ditemukan oleh tim SAR gabungan di area operasi pencarian dan pertolongan, kemudian diamankan dan diserahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku kepada KNKT sebagai pihak yang berwenang melakukan investigasi kecelakaan transportasi.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii menyampaikan, Basarnas telah melaksanakan tugas pencarian dan pengamanan black box, sebelum selanjutnya diserahkan kepada KNKT.
“Tim SAR gabungan telah menemukan part pada pesawat yang diduga adalah black box pada hari kelima pelaksanaan operasi sar. Dan saya sudah konfirmasi bahwa benar yang ditemukan adalah black box,” ujarnya dalam Konferensi Pers, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menambahkan, sebagai Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengucapkan apresiasi terhadap tim SAR gabungan.
“Terima kasih saya ucapkan, hormat dan bangga kepada seluruh tim SAR gabungan yang di dominasi oleh TNI, Polri dan di bantu oleh potensi SAR, dalam operasi SAR ini,” ujar Mohammad Syafii.
Sementara itu, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono, menyatakan KNKT segera melakukan analisis terhadap data yang tersimpan di dalam black box guna mengungkap penyebab kecelakaan.
“Black box ini akan kami bawa ke fasilitas KNKT untuk dilakukan pengunduhan dan analisis data. Informasi yang diperoleh nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” kata Soerjanto Tjahjono.
Dengan diserahkannya black box tersebut, proses investigasi teknis kecelakaan pesawat sepenuhnya menjadi kewenangan KNKT. Basarnas memastikan akan terus memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsi, serta tetap berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.



















