ReferensiA.id- Anggota Komisi X DPR RI Nilam Sari Lawira, berkomitmen mengawal lahirnya dunia pendidikan yang lebih inklusif. Tidak hanya pada upaya memperbaiki kualitas pendidikan, tapi juga kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk bagi guru honorer.
“Kita harus melihat dunia pendidikan dari semua aspek, tidak hanya tenaga pengajarnya, tapi juga anak didiknya, sarana dan prasarananya,” kata Nilam Sari Lawira yang menggelar reses di Kota Palu pada Jumat, 13 Juni 2025 malam.
Ketua DPW Nasdem Sulteng itu melaksanakan kegiatan serap aspirasi yang khusus dihadiri oleh guru-guru sekolah vokasi atau kejuruan se-Kota Palu.
Nilam juga menghadirkan sejumlah Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Nasdem, serta perwakilan Dinas Pendidikan untuk mendegar keluhan para guru sekolah menengah kejuruan (SMK) itu.
Bagi perempuan yang akrab dengan sebutan akronim NSL, masalah dunia pendidikan sangat kompleks, karena di dalamnya ada dunia industri, pendidikan agama atau sosial dan ekonomi. Sehingga harus diselesaikan dengan melibatkan semua pihak.
“Saya sengaja mengajak Anggota DPRD Sulteng di sini agar bisa menyelesaikan setidaknya sebagian masalah yang ada berdasarlan keluhan guru-guru di sini,” katanya.
Salah satu hal yang jadi fokus bahasannya adalah angka pengangguran yang tinggi dari lulusan SMK. Menurut dia, salah satu faktornya bisa jadi adalah ketidaksesuaian jurusan sekolah dengan kebutuhan dunia industri setempat.
Ia pun mendorong agar sekolah kejuruan di setiap daerah menyesuaikan kejuruannya dengan kebutuhan industri.
“Contoh misalnya di Morowali, maka sekolah vokasinya harus pertambangan, karena di sana ada industri tambang,” jelasnya. Begitu pula di wilayah pesisir pantai, maka sekolah kejuruan di sana seharusnya sekolah kelautan dan perikanan.



















