News  

Anggota DPR RI Nilam Sari Lawira Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan kepada Guru dan Kepala Sekolah di Sigi

Anggota dpr ri
Ist

ReferensiA.id- Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama para guru dan perwakilan kepala sekolah se-Kabupaten Sigi pada Senin, 8 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya penguatan nilai kebangsaan melalui dunia pendidikan.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pendidik dari berbagai jenjang tersebut, Nilam Sari Lawira menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi bangsa.

Menurut Nilam, sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik karakter dan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sosialisasi Empat Pilar ini sangat penting karena dunia pendidikan adalah ruang paling efektif untuk menanamkan nilai Pancasila, semangat kebangsaan, serta rasa cinta tanah air kepada generasi muda,” ujar Nilam Sari Lawira.

Baca Juga:  Nilam Sari Lawira Kukuhkan 16 DPC NasDem Sigi, Tegaskan Pentingnya Soliditas untuk Restorasi

Lebih lanjut, Politisi Partai NasDem ini mengaitkan penguatan Empat Pilar dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.

Ia menyampaikan, kualitas pendidikan yang baik akan melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi langsung terhadap kemajuan bangsa.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang pendidikannya kuat, berkarakter, dan berlandaskan nilai kebangsaan,” tegasnya.

Baca Juga:  Terkait Kebakaran Smelter PT GNI, Komisi VII DPR RI Akan Datangi Lokasi dan Lakukan Investigasi

Nilam juga menyoroti sejumlah tantangan pendidikan di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan kualitas guru, serta akses pendidikan yang belum sepenuhnya merata, terutama di wilayah pascabencana dan daerah terpencil.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *