Bahkan, sekolah tersebut masuk dalam 10 besar sekolah terbaik di Kota Palu.
“Dengan kondisi ini kita juga tetap kejar prestasi, Alhamdulillah akreditasi kita A. Beruntung sarana prasana tidak masuk dalam penilaian,” tandasnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Palu Hardi yang juga datang ke lokasi bersama beberapa jajarannya setelah mendapatkan kabar soal kejadian tersebut, mengakui soal kondisi sekolah yang perlu perhatian itu.
“Ini bukan pertama kalinya banjir. Kitta juga tidak tega lihat ini,” ujar Hardi saat ditanya wartawan.
Soal proses pembangunan dan relokasi sekolah, dia juga membenarkan saat ini sedang dalam tahap proses, “Sudah lelang. Sudah tahapan-tahapan,” katanya.
Ia berkilah soal kondisi sekolah yang belum mendapatkan perhatian serius.
“Saya baru satu tahun jadi Kadis Pendidikan. 2023 ini prosesnya. Bukan berarti kita membiarkan ini. Wali Kota sudah lakukan pelimpahan asetnya,” jelasnya.
Menurut dia, ada tiga sekolah eks likuefaksi yang akan direkolasi. Semuanya dalam tahap proses untuk pembangunannya. RED



















