Anwar-Reny Bersama Ratusan Anak Muda Luwuk Bahas Isu Strategis di Sulteng

IMG 20241025 WA0001
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2024, nomor 2, Dr. Anwar Hafid, M.Si dan dr. Reny Lamadjido, M.Kes hadir dalam acara BERANI Diadu pada Kamis 24 Oktober 2024/ Ist

Program Lestari 100 Desa Wisata yang mereka gagas juga akan mengembangkan potensi wisata daerah, khususnya di kawasan pesisir dan pedesaan.

“Kami ingin menjadikan Sulawesi Tengah sebagai destinasi wisata utama, dengan menciptakan desa-desa wisata yang menarik dan membangun masyarakat yang siap menyambut wisatawan. Dengan program ini, pariwisata akan menjadi sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas dr. Reny Lamadjido.

Acara BERANI Diadu berlangsung interaktif, dengan peserta yang berasal dari kalangan anak muda aktif mengajukan pertanyaan dan gagasan.

Baca Juga:  Anwar-Reny Kampanye Akbar di Luwuk

Pasangan BERANI menjawab setiap pertanyaan dengan komitmen penuh untuk melibatkan generasi muda dalam pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.

Masalah lain yang juga menjadi perhatian pasangan ini adalah buruknya infrastruktur yang menghambat pertumbuhan sektor pariwisata.

Melalui program Berani Lancar, Anwar Hafid berjanji akan memperbaiki akses jalan ke destinasi wisata utama di Banggai Raya, guna mendukung pengembangan pariwisata yang lebih luas.

Baca Juga:  Polisi dan Tentara Razia Warga yang Belum Vaksin

Dengan fokus pada evaluasi tambang, perlindungan nelayan, dan peningkatan infrastruktur, Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido berkomitmen untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.

Anwar Hafid juga menegaskan komitmen mereka untuk mengevaluasi seluruh izin tambang yang ada di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Banggai.

Hal ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat terkait aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan dan tidak membawa kesejahteraan bagi warga sekitar.

Baca Juga:  Tolak Aktivitas PT KPP, Masyarakat Blokade Jalan Luwuk-Balantak

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap setiap izin tambang yang telah dikeluarkan. Yang paling penting adalah amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Jika amdal tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat, maka izinnya akan kami cabut,” tegas Anwar Hafid.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *