Iklan HUT Morowali PT Vale

Inflasi Kota Palu dan Luwuk Jauh di Atas Nasional, BPS Sebut “Lampu Merah”

Inflasi Kota Palu
Ist

ReferensiA.id- Inflasi Kota Palu dan Kota Luwuk tahun kalender atau year to date (Desember 2021-Agustus 2022) jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional. Begitu juga inflasi tahun ke tahun atau year to year (Agustus 2021-Agustus 2022).

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah menyebut inflasi di dua kota tersebut “lampu merah”, karena jauh di atas nasional.

Artinya, terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum sepanjang periode tersebut di dua kota penting di Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Satgas Pangan Ungkap Penimbun 53 Ton Minyak Goreng di Palu

“Perlu intervensi yang sangat besar dari pemerintah untuk menjaga stabilitas inflasi ini,” kata Ketua Tim Statistik Harga BPS Sulteng, Henry Simanjuntak, pada konferensi pers, Kamis 1 September 2022.

Henry menguraikan, inflasi year to date (y-t-d) di Kota Palu mencapai 4,73%, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 3,63%.

Begitu juga inflasi year to year (y-t-y) 5,78% lebih tinggi dibandingkan nasional 4,69%. Sedangkan inflasi Kota Luwuk jauh lebih tinggi lagi yakni 6,27% (y-t-d) dan 7,78% (y-t-y).

Baca Juga:  Polres Palu Pastikan Personel di Lapangan Sehat

Adapun inflasi gabungan Kota Palu dan Luwuk menunjukkan angka yang tinggi yakni 5,02% (y-t-d) dan 6,15% (y-t-y). “Ini adalah inflasi gabungan Kota Palu dan Kota Luwuk, bukan inflasi Provinsi Sulawesi Tengah,” jelas Henry.

Henry menguraikan, 10 komoditas yang memberi andil inflasi di Kota Palu secara year to date adalah bahan bakar rumah tangga (0.74), angkutan udara (0.51), tukang bukan mandor (0.30), bawang merah (0.27), kontrak rumah (0.25), minyak goreng (0.23), ikam selar/ikam tude (0.17), sabun mandi (0.12), ikan layang/ ikan benggol (0.12) dan telur ayam ras (0.10).