Anwar-Reny Bersama Ratusan Anak Muda Luwuk Bahas Isu Strategis di Sulteng

IMG 20241025 WA0001
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2024, nomor 2, Dr. Anwar Hafid, M.Si dan dr. Reny Lamadjido, M.Kes hadir dalam acara BERANI Diadu pada Kamis 24 Oktober 2024/ Ist

Ia menambahkan bahwa tambang hanya bisa beroperasi jika mengikuti prinsip-prinsip best mining practice dan mendapatkan persetujuan penuh dari masyarakat setempat.

Isu tambang di Banggai Kepulauan menjadi sorotan, di mana masyarakat mengeluhkan dampak negatif terhadap lingkungan, serta kekhawatiran bahwa tambang-tambang besar akan mengancam mata pencaharian warga lokal, terutama di sektor kelautan dan perikanan.

Selain masalah tambang, Anwar Hafid juga menyinggung masalah nelayan lokal yang sering terganggu oleh keberadaan kapal pajeko besar dari luar daerah.

Kapal-kapal ini seringkali melanggar batas tangkap yang telah ditentukan, merugikan nelayan kecil yang bergantung pada sumber daya laut di sekitar Teluk Tolo.

Sebagai solusinya, pasangan Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido mengusung program Berani Tangkap Bahari yang akan memberikan dukungan penuh kepada nelayan lokal.

Baca Juga:  Tolak Aktivitas PT KPP, Masyarakat Blokade Jalan Luwuk-Balantak

Program ini mencakup penyediaan kapal pajeko untuk nelayan setempat serta perlindungan keselamatan melalui jaminan asuransi.

“Kami ingin nelayan lokal tidak lagi menjadi penonton di lautnya sendiri. Dengan kapal yang memadai, nelayan kita akan mampu bersaing dan menjaga kekayaan laut Banggai,” ujar Anwar Hafid. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *