News  

Balai Bahasa Sulteng Gelar Diseminasi Jelang Kongres Bahasa Indonesia XII

Balai bahasa sulteng
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Asrif (kedua dari kiri) saat membuka Diseminasi Kongres Bahasa Indonesia di Kota Palu, Sulawesi Tengah. / Ist

Pendaftarannya pun gratis, bahkan akan mendapatkan fasilitas dari panitia, termasuk materi dan sertifikat. Hasil pembahasan selama kongres juga akan dibukukan.

Dia mengajak seluruh pihak terkait untuk menjadi bagian penting pada kongres nanti.

“Semoga bahasa Indonesia senantiasa menjadi bahasa yang menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam. Kita tak akan berhenti untuk terus mengutamakan bahasa negara, bahasa persatuan, bahasa kebanggaan, yakni bahasa Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga:  Balai Bahasa Sulteng Latih Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah di Poso

Ketua KBI XII Dora Amalia bilang, pada kongres nanti setiap subtema akan diwakili oleh satu pembicara kunci. Misalnya, subtema Internasionalisasi Bahasa Indonesia, pihaknya meminta Menteri Luar Negeri yang berbicara mengenai kebijakan diplomasi bahasa atau bahasa sebagai alat diplomasi.

“Pembicara kunci pada subtema Revitalisasi Bahasa Daerah adalah Asisten Direktur Jenderal UNESCO Bidang Pendidikan Stefania Giannini. Kemudian, pembicara kunci untuk subtema Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia adalah Najwa Shihab,” katanya.

Baca Juga:  22 Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah Mengalami Kemunduran, Bahasa Dampelas dan Kaili Terancam Punah

Sehingga, menurut dia, kongres itu menarik untuk diikuti. Sebab kehadiran para pembicara kunci bisa memunculkan wawasan baru untuk peserta KBI XII.

Calon peserta dapat mengajukan permohonan keikutsertaan sebagai peserta KBI XII melalui tautan ini http://kbi.kemdikbud.go.id pada 16 Januari hingga 2 Juli 2023 besok.

Sementara itu, saat ini Badan Bahasa sedang berupaya agar bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional.

Baca Juga:  Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Sulawesi Tengah: Menjaga Tutur Leluhur untuk Bekal Masa Depan

“Tahun ini pengajuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam persidangan UNESCO,” katanya.

dengan begitu, target 2045 bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional bisa terwujud. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *