“Okupansi (keterisian kamar) masih kalah dari penggunaan ruangan serbaguna. Pelatihan (penggunaan ruangan untuk pelatihan) yang banyak mendatangkan profit,” jelas I Wayan Suardana.
Sementara tamu hotel yang menginap sebagian besar adalah tamu dari luar Kota Palu, khususnya masyarakat dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.
“Sekarang orang daerah cenderung datang ke Palu, weekend (keterisian kamar) cukup bagus,” katanya.
Untuk meningkatkan kunjungan tamu, berbagai program promo juga diberikan oleh manajemen hotel, di antaranya ada program check-in lebih awal saat akhir pekan.
“Tamu bisa check-in mulai pukul 10 pagi. Biasanya nanti jam 2 (14.00) tapi di waktu weekend kita buka lebih awal,” ujar Wayan.
Selain itu, pihak hotel juga mengandalkan berbagai menu makanan yang membuat tamu selalu ingin kembali ke hotel yang punya 59 kamar itu. Antara lain menu yang jadi favorit tamu adalah nasi goreng. RED

















