DPRD Sulteng Bahas Raperda APBD 2026, Berikut Rinciannya

Dprd sulteng
Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Aristan (kanan) memimpin rapat paripurna pembahasan Raperda APBD 2026. / Ist

Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan lagi pilihan, tetapi keharusan yang menjadi tanggung jawab bersama eksekutif dan legislatif.

Sementara Sekprov Novalina menyampaikan dalam Nota Keuangan dan Raperda APBD 2026, pemerintah menetapkan beberapa fokus utama, antara lain sebagai berikut;

Rasionalisasi belanja non-prioritas.
Belanja yang tidak berdampak langsung pada pelayanan publik maupun kesejahteraan masyarakat akan dipangkas dan dialihkan untuk program produktif.

Baca Juga:  Peresmian Jembatan IV Palu Ditunda, Ini Alasannya

Perubahan paradigma anggaran.
Dari sekadar penyerapan anggaran menuju pencapaian output dan outcome yang terukur dengan prinsip value for money.

Pemerintah juga mengenjot optimalisasi pendapatan asli daerah sekaligus mencegah kebocoran penerimaan guna meningkatkan kemandirian fiskal.

Sinergi perencanaan pusat–daerah. Harmonisasi kebijakan menjadi pilar untuk mewujudkan anggaran yang lebih produktif.

Novalina juga menegaskan, efisiensi bukan berarti mengurangi semangat pembangunan.

Baca Juga:  BI Sulteng Gelar Expo Dorong Transformasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Banyak Hadiah dan Keseruan

Pemerintah tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur konektivitas wilayah, serta penguatan ekonomi lokal sesuai RPJMD.

Dalam paparannya, Novalina juga menyampaikan gambaran umum arsitektur Raperda APBD 2026 sebagai berikut:

Pendapatan paerah diproyeksikan sebesar Rp4.677.915.855.843, terdiri dari:

PAD: Rp2.543.336.248.343

Pajak daerah: Rp2.120.000.000.000

Retribusi daerah: Rp345.158.685.143

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan: Rp50.100.000.000

Baca Juga:  Proyek Pascabencana di Sulawesi Tengah Belum Selesai, Berikut Proyek yang Akan Dikerjakan PUPR di 2023

Lain-lain PAD yang sah: Rp28.077.563.200

Pendapatan transfer: Rp2.132.650.195.000

Lain-lain pendapatan yang sah: Rp1.929.412.500

Belanja Daerah

Direncanakan sebesar Rp4.727.915.855.843, meliputi:

Belanja operasi: Rp3.513.471.191.683,95

Belanja modal: Rp436.350.134.443,05

Belanja tidak terduga: Rp20.000.000.000

Belanja transfer: Rp758.094.529.716

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *