Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada para bupati dan walikota se-sulteng karena sudah melakukan berbagai inovasi dan langkah-langkah yang strategis dalam proses percepatan penurunan stunting diwilayah masing-masing, termasuk dalam menginisiasi tim percepatan penurunan stunting dan penguatan kebujakan anggaran untuk pelaksanaan program-program pengentasan stunting.
Pada kesempatan ini juga, Rudy Dewanto mewakili Gubernur Provinsi Sulteng H Rusdy Mastura, membuka rapat koordinasi dan singkronisasi program TPPS tingkat provinsi Sulteng.
Ketua DPRD Sulteng yang diwakili oleh Anggota Komisi-IV DPRD Sulteng Fairus Husen Maskati, menyampaikan apresiasi kepada Dinas P2KB Provinsi Sulteng selaku dinas penyelenggaraan kegiatan dan kepada seluruh Tim TPPS atas pelaksanaan rapat koordinasi dan singkronisasi program TPPS tingkat provinsi sulteng dengan mengusung tema “Dengan Semangat Semua Bisa Kerja Kita Wujudkan Sulteng Bebas Stunting”.
Fairus Husen Maskati, kembali menyampaikan bahwa persoalan stunting masih menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi dunia saat ini, khususnya kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia dan juga kepada daerah-daerah yang berkembang seperti Sulteng.
Mengapa persoalan stunting ini menjadi salah satu permasalahan yang sangat urgen, menurut Fairus Husen Maskati, bahwa permasalahan ini berhubungan erat dengan meningkatnya risiko terjadinya angka kematian pada anak, daya tahan tubuh anak rendah, perkembangan otak pada anak terlambat, serta terhambatnya pertumbuhan mental pada anak, dengan kata lain bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh manusia stunting memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh manusia normal.
Fairus Husen Maskati, juga menyampaikan bahwa berdasarkan penyampaian dari Presiden Joko Widodo, bahwa menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024 mendatang.



















