“ISPO sangat penting bagi perkembangan kelapa sawit dan juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan, ramah lingkungan dan berwawasan sosial,” tandas Ichwansyah.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan profesionalisme pelaku usaha dan pekebun agar dapat memenuhi pasar global.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BPDP dan Mutu Institute yang terus menjangkau petani swadaya,” sebutnya.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari prinsip dan kriteria ISPO, pengelolaan kelembagaan petani, aspek legalitas dan lingkungan, hingga teknik yang sesuai standar.
Narasumber yang dihadirkan pun berasal dari berbagai akademisi, praktisi kebun, hingga ahli agronomi bersertifikasi.
Berbeda dari pelatihan konvensional, suasana kelas didesain lebih interaktif dan partisipatif.
Peserta tidak hanya mendengar materi, tapi juga berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga mengikuti praktik langsung ke lapangan. Inilah yang menjadi daya tarik utama pelatihan kali ini.
Sebagai bagian dari penguatan pemahaman, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke KUD Sejahtera Palembang pada hari keempat nanti.
Di sana, mereka akan menyaksikan langsung bagaimana tata kelola koperasi menjalankan standar ISPO dan mengelola kebun secara berkelanjutan.
Respons peserta sangat positif. Mereka menyatakan lebih mudah memahami konsep ISPO, karena pendekatan yang digunakan terasa relevan dan aplikatif.
Kegiatan itu menjadi contoh nyata bagaimana pelatihan teknis bisa dikemas menarik tanpa kehilangan substansi. ***



















