Iklan HUT Morowali PT Vale

Walhi Sulteng Dorong Kemandirian Pangan di 4 Desa yang “Dikepung” Sawit

Walhi Sulteng
Walhi Sulteng memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada perempuan di 4 desa di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. / Ist

ReferensiA.id- Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah (Walhi Sulteng) memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada perempuan di 4 desa di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Pelatihan ini sebagai upaya mengembangkan kemandirian pangan bagi warga di 4 desa yang hampir seluruh lahan ditanami sawit.

Empat desa itu adalah Tinauka, Towiora, Panca Mukti, dan Bonemarawa. Walhi Sulteng melatih 25 orang perempuan di setiap desa sasaran tersebut. Kegiatan pelatihan tersebut di lakukan selama dua hari sejak  Kamis (24/8).

Baca Juga:  PT Vale Gandeng Tenaga Kesehatan dan Komunitas Gencarkan Literasi Tanaman Herbal

Kegiatan ini juga dibarengi dengan diskusi materi dan praktek, menggandeng BPP Rio Lalundu sebagai fasilitator teknis.

Pelatihan mengangkat tema “Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Perbaikan Tata Kelola Ekologis” dilakukan di dua tempat yaitu Desa Tinuaka dengan menyatukan peserta dari Desa Towiora. Begitupun Desa Panca Mukti dengan menyatukan peserta dari Desa Bonemarawa.

Baca Juga:  Balai Karantina Pertanian Palu Gelar Pasar Tani

Divisi Hukum dan Advokasi Walhi Sulteng, Tulus Hakim mengungkapkan, konsep homegarden (pertanian pekarangan) menjadi pilihan untuk dikembangkan dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kecil untuk ditanami tanaman pangan. Sekaligus, melatih memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik.

Menurutnya, kondisi Kecamatan Rio Pakava secara umum, empat desa tersebut terdapat hampir seluruh lahan masyarakat hanya diperuntukan untuk tanaman monokultur seperti sawit.

Baca Juga:  PT Vale Latih BUMDes Kembangkan Usaha Sesuai Potensi Desa di Bungku Timur

Di sisi lain dominasi modal seperti HGU PT Mamuang dan PT LTT anak perusahaan Astra Agro Lestari (AAL) yang begitu luas sehingga hampir tidak ada aktivitas masyarakat bertani untuk memanam tanaman pangan seperti sayur-sayuran.