Yuyun Angriani, salah satu perwakilan GenBI Sulteng menyatakan bangga bisa berpartisipasi pada agenda nobar tersebut.
Selain menambah sircle pertemanan yang baru ia juga memperoleh pengetauan soal peta sebaran mangrove di Indonesia.
Yuyun berharap kegiatan nobar dan aksi-aksi iklim rutin dilaksanakan sehingga komunitas-komunitas yang jarang menyentuh isu soal lingkugan bisa lebih paham dan sadar akan pentingya menjaga ekosistem mangrove.
Direktur Yayasan Rumah Bahari Gemilang (Rubalang) Moh Tofan Saputra mengharapkan nobar dan diskusi “Mangrove, Harapan dan Kehidupan” dapat menjadi pemantik kesadaran kaum muda tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan tentunya ekosistem lingkungan lainnya.
“Selain daripada itu menjadi penting bagi kaum muda saat ini adalah aksi nyata, konkrit dan tentunya berkelanjutan. Kita mulai dari yang sederhana dan kita bisa, tidak mesti dimulai dari hal besar tapi perlu dimulai dengan cinta yang besar,” ujarnya. RED



















