Ia menekankan bahwa Festival Persahabatan ini bukan merupakan kegiatan keagamaan dari agama Katolik, sehingga pernyataan Gubernur terkait agama Katolik menjadi tidak relevan dan berpotensi menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.
“Kami meminta klarifikasi dari Bapak Gubernur terkait pernyataan yang beredar di media sosial. Festival ini bukan kegiatan keagamaan dari agama Katolik, sehingga kami mempertanyakan dasar pernyataan Bapak Gubernur yang mengaitkannya dengan agama Katolik. Pernyataan ini sangat sensitif dan dapat memicu konflik antar umat beragama. Kami berharap Bapak Gubernur dapat memberikan penjelasan yang transparansi dan meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul,” ujar Ponsianus.
Tuntutan klarifikasi ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan di Sulawesi Tengah. Mereka berharap agar Gubernur Rusdy Mastura dapat memberikan penjelasan yang transparansi dan bertanggung jawab terkait pernyataannya.
Selain meminta klarifikasi kepada Gubernur Sulteng, Ponsi juga menegaskan agar panitia penyelenggara Festival Persahabatan harus bertanggung jawab.
Dia bilang, bisa saja Gubernur Sulteng tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait kegiatan ini sehingga menyebut seolah-olah ini kegiatan yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik.
“Kami juga minta panitia kegiatan ini untuk bertanggung jawab agar memberikan informasi yang jelas kepada Gubernur dan masyarakat Sulteng pada umumnya,” tegasnya. ***



















