“Dalam waktu tiga bulan ke depan akan kembali dievaluasi kotak jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan sesuai usulan dan kebutuhan organisasi perangkat daerah dan kebijakan pimpinan,” jelasnya.
Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura itu merupakan respons terkait beredarnya isu dugaan jual beli jabatan eselon tiga dan empat pada pelantikan 28 April 2022 lalu.
Santer dikabarkan dugaan jual beli jabatan tersebut melibatkan orang dekat Gubernur Rusdy Mastura yang juga berada di lingkaran Pemerintahan.
Disebut-sebut, biaya yang dipatok untuk mendapatkan jabatan eselon tiga dan empat oleh oknum tersebut masing-masing senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. RED



















