Ketua GKST Sebut Panglima Damai Poso Pantas Disematkan pada Diri Muhammad Adnan Arsal

Panglima damai poso
Foto bersama pada acara seminar dan bedah buku Panglima Damai Poso. / Ist

“Saya peneliti, prinsip peneliti itu boleh salah tapi seorang peneliti tidak boleh bohong. Saya menulis buku ini benar-benar menerjemahkan keadaan yang saya dapati selama setahun lebih saya menyusun buku ini,” aku Anam.

Sebagai penutup, Kombes Pol Bogiek Sugiyarto dari Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, menilai buku itu menggambarkan dengan detail awal pemicu sebuah konflik dimulai dari pertikaian pemuda yang membesar menjadi sebuah konflik.

“Buku ini menggambarkan akibat dari sebuah konflik. Menang menjadi arang dan kalah menjadi abu. Tidak ada yang diuntungkan dari sebuah pertikaian. Kita tidak mengungkit duka lama tapi sebagai pembelajaran di masa yang akan datang,” tandas Bogiek.

Hadir dalam seminar dan bedah buku yang dimoderatori H Makmur Arief, pemerintahan daerah setempat yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Frits Sampurnama, Kapolsek, Danramil, lembaga atau ormas Islam, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, camat, lurah dan para kepala desa. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *