Iklan HUT korpri

Ketua GKST Sebut Panglima Damai Poso Pantas Disematkan pada Diri Muhammad Adnan Arsal

Panglima damai poso
Foto bersama pada acara seminar dan bedah buku Panglima Damai Poso. / Ist

ReferensiA.id- Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Pdt. Djadaramo Tasiabe menyatakan tokoh utama dalam buku berjudul Muhammad Adnan Arsal Panglima Damai Poso, adalah sosok yang tepat untuk disematkan sebagai Panglima Damai.

“Panglima Damai Poso tepat disematkan kepada Haji Adnan Arsal,” ujar Pdt. Djadaramo, Rabu 2 November 2022.

Pdt. Djadaramo memberi apresiasi kepada Haji Adnan Arsal yang telah bersedia dibukukan kisahnya sebagai tokoh keteladanan untuk Indonesia, dan secara khusus kepada Kabupaten Poso untuk generasi saat ini dan akan datang, sebagai pembawa kedamaian.

Baca Juga:  Poso Berpeluang Suplai Logistik ke Daerah Tambang Morowali dan Morut

Hal tersebut disampaikan Pdt Djadaramo sebagai pembicara utama dalam acara seminar dan bedah buku Panglima Damai Poso di Banua Mpogombo, Tentena, Kelurahan Sangele, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pdt. Djadaramo juga memberi apresiasi kepada penulis buku Khoirul Anam, yang bersedia menuliskan kisah tentang Poso dan ketokohan seorang Adnan Arsal, hingga menjadi salah satu buku dengan kategori penjualan terbaik terbitan Elex Media Komputindo, Gramedia-Jakarta.

Baca Juga:  Dijaga Satgas Madago Raya, Pilkades 32 Desa di Poso Berlangsung Aman

Sebagai masukan, ia berharap buku setebal 300 halaman itu mestinya diakhiri penutup yang memberikan sebuah pembelajaran, bahwa telah ada kekeliruan bersama sehingga menjadi pembelajaran yang akan dibawa kepada generasi penerus, agar tidak ada lagi kekeliruan di masa akan datang.

Sementara Pdt. Rinaldy Damanik, salah satu tokoh agama yang juga ada dalam isi buku tersebut menyatakan Haji Adnan telah melakukan yang semestinya dia lakukan.