Elisa Bunga Allo Harap Dharma Santi Nyepi 2026 Jadi Pengokoh Kebinekaan

Elisa Bunga Allo
Kegiatan Dharma Santi Nyepi 2026 berlangsung di Gedung Milana Graha Saba Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Bukit Jabal Nur Kota Palu. / Ist

ReferensiA.id- Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Elisa Bunga Allo, berharap kegiatan Dharma Santi Nyepi 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama serta memperkokoh semangat kebinekaan.

Hal itu disampaikan Elisa Bunga Allo saat mewakili Ketua DPRD Sulteng menghadiri kegiatan Dharma Santi dalam Rangka Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 M yang diselenggarakan oleh Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulteng bersama PHDI Kota Palu, Sabtu 11 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Milana Graha Saba Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Bukit Jabal Nur Kota Palu, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, dihadiri unsur Forkopimda, serta pejabat pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Elisa Bunga Allo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Dharma Santi yang mengangkat tema “Vasudaiva Kutumbhakam — Satu Bumi, Satu Keluarga”.

Baca Juga:  Ketua Komisi I DPRD Sulteng Sebut Penataan Arsip yang Baik Penting bagi Pengembangan Pemerintahan

Tema ini dinilai sangat relevan dalam memperkuat persatuan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama serta memperkokoh semangat kebhinekaan. DPRD Sulteng mendukung penuh kegiatan keagamaan yang membawa pesan damai dan persatuan,” ujarnya.

“DPRD Provinsi Sulawesi Tengah berharap nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Hari Suci Nyepi dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan sejahtera di Sulawesi Tengah.”

Baca Juga:  Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Harap Lanal Palu Semakin Berkontribusi Jaga Keamanan Maritim

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido menyebut Hari Raya Nyepi merupakan momentum suci yang bertujuan untuk memperkuat keimanan, menciptakan keseimbangan hidup, serta menjaga keharmonisan dengan alam semesta sesuai dengan ajaran Dharma.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *