Keuntungan dari OMC Menggiurkan, Legal atau Ilegal?

OMC
Kantor OMC di Kota Palu, Sulawesi Tengah. / Ist

OJK selaku ketua Satgas Pasti bersama dengan anggota Satgas lain telah melakukan beberapa kali pertemuan, dan membahas tindak lanjut OMC yang sudah melakukan pengurusan Akta pendirian CV dari Kemenkumham dan NIB dari OSS/PTSP.

OJK pun mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Untuk diketahui, lembaga jasa keuangan yang tidak berizin tidak diawasi oleh OJK, regulator jasa keungan hanya mengawasi lembaga jasa keuangan yang telah mendapatkan izin resmi OJK.

Baca Juga:  OJK Sulteng Sebut Kondisi Industri Jasa Keuangan di Sulteng Terjaga Stabil

 

Kesaksian Anggota DPRD Palu Soal OMC

Anggota DPRD Palu, Alfian Chaniago mengingatkan masyarakat agar selalu mempertimbangkan risiko setiap ada tawaran investasi, termasuk untuk bergabung dengan tawaran OMC.

Namun, politisi Partai Gerindra ini tidak mau menyebut OMC sebagai investasi ilegal, dia bahkan mengaku telah melihat langsung bagaimana OMC memberikan keuntungan kepada masyarakat.

“Sampai dengan detik ini masyarakat yang mengikuti OMC ini bisa dikatakan mereka diuntungkan. Dari segi dapat hadiah, mobil semua dan lain-lain lah. Saya cek ke kantor OMC sana. Wih, banyak sekali orang ambil kulkas, ambil TV, banyaklah hadiah yang orang ambil di sana,” kata dia.

Baca Juga:  Pemkab Banggai dan OJK Sulteng Bahas Optimalisasi TPAKD

Dia justru menyamakan OMC seperti aplikasi trading, ada risiko untung rugi yang perlu jadi pertimbangan.

“Yang saya lihat dalam aplikasi itu adalah sebenarnya aplikasi untuk trading, hanya saja dikemas dalam bentuk (lain), satu dalam bentuk iklan. Jadi, kita mengklik iklan,” katanya.

Selain itu, ada pula kegiatan lain, termasuk pengumpulan dana amal. Dia bilang, dana amal tersebut yang mirip dengan trading, karena pengguna OMC menginvestasikan dana dengan jangka waktu tertentu.

Baca Juga:  OJK Sebut Nilai Fee Kerja Sama Bank Sulteng-PT BAP Tak Melanggar, Diatur Secara Internal

“Ada yang 7 hari, ada yang 30 hari, ada yang 180 hari, terserah kita, kita mau pilih yang mana,” jelas Alfian.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *