“Perendaman merupakan aktifitas kedua setelah penambangan atau pengambilan material, di mana setelah material terkumpul dari hasil pengupasan gunung, sejumlah dump truk sepuluh roda berjumlah lebih kurang lima puluh unit mengangkut ke tempat perendaman,” katanya.
Adapun tempat perendaman terbagi dua tempat, perendaman pertama jaraknya 1 kilometer dari lokasi penambangan, dan lokasi kedua jaraknya 2 kilometer dari lokasi penambangan. Dan metode perendaman tersebut di bawahnya dilapisi terpal agar air hasil semprotan tersebut terkumpul dalam wadah untuk dialirkan ke tempat yang telah disediakan.
Kata Tauhid, di tempat perendaman setelah material dari lokasi penambangan dimobilisasi, terdapat dua unit ekskavator dan dua unit buldoser melakukan perapian dengan membuat petak-petak yang disebut perendaman.
“Di lokasi perendaman pertama yang luasnya 17 hektare dengan jumlah perendaman sebanyak sembilan perendaman, sedangkan di lokasi perendaman kedua luasnya 4,6 hektare terdapat 4 perendaman, setiap satu perendaman tidak sedkit 12.000 ton material dari wilayah penambangan yang digunakan,” sebutnya.
Aktifitas perendaman dilakukan selama 3 bulan, di atas tanah yang dikumpulkan tersebut dialiri air yang berfungsi sebagai alat menyemprot tumpukan tanah dalam perendaman. Dan air yang digunakan menyemprot tercampur dengan sianida dengan tujuan agar material berupa emas akan larut bersama air semprotan.
“Setelah itu, air semprotan yang dibuat di atas material timbunan di atas perendaman akan meresap ke bawah dan terkumpul di terpal, kemudian air tersebut terakumulasi dan mengalir ke tempat penampungan yang disebut tempat air kaya atau air yang berisi campuran sianida,” ujar Tauhid.
Ada Keterlibatan Pejabat Daerah?
Dalam prosesnya, dari penampungan air kaya mengalir ke tempat penangkapan yang menggunakan karbon aktif, sehingga bisa memisahkan material endapan yang terdapat dalam air. Setelah itu, endapan yang terdapat dalam tempat penangkapan dibawa ke salah satu rumah di Kelurahan Kawatuna, dan di rumah tersebut dilakukan peleburan dengan teknik pembakaran.



















