ReferensiA.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai langkah nyata mempercepat penurunan angka stunting.
Bupati Vera Elena Laruni menyebut, saat ini konsumsi ikan masyarakat Donggala mencapai 60,53 kilogram per kapita per tahun, namun angka ini masih perlu ditingkatkan agar manfaat gizi ikan dapat dirasakan secara luas.
Ia menjelaskan, ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi dan kaya omega-3 yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak.
Upaya itu terbukti berdampak positif. Berdasarkan data pemerintah daerah, angka stunting Donggala turun dari 34,1 persen pada 2023 menjadi 29,6 persen pada 2024.
Penurunan ini diklaim sebagai hasil kolaborasi lintas sektor dan gerakan konsumsi protein lokal berbasis ikan.
Ikan bukan sekadar lauk, tapi sumber kehidupan. Begitu pesan yang ingin disampaikan Dinas Kesehatan Donggala saat ikut ambil bagian dalam peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025 yang digelar Dinas Perikanan Donggala di halaman kantornya, Rabu 8 Oktober 2025.
Sebanyak 16 tim peserta berlomba menampilkan kreativitas dalam mengolah ikan menjadi kudapan, menu balita dan menu keluarga. Dari pepes hingga bakso ikan, semua tersaji dengan tampilan menggoda.
Bagi Dinas Kesehatan, kegiatan ini lebih dari sekadar lomba. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa ikan sangat penting untuk pertumbuhan anak dan pencegahan stunting,” ujar Staf Gizi Dinkes Donggala, Safiudin.
Ia menjelaskan, selain menjadi juri, Dinkes juga memanfaatkan momentum Harkannas untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan dan gizi seimbang. Program seperti PMT lokal dan kampanye Gemarikan terus digencarkan di lapangan.
Menurutnya, membiasakan anak makan ikan sejak dini merupakan investasi kesehatan jangka panjang. “Ikan mudah diolah, harganya terjangkau, dan gizinya tinggi. Kami ingin itu menjadi kebiasaan di setiap rumah tangga,” ungkapnya.



















