“Sebelum melakukan penambangan, tanaman lokal yang ada di lokasi diambil anakannya untuk dikembangkan di Nursery untuk kemudian dikembalikan ke lahan yang bakal direhabilitasi,” ungkap Team Leader Revegation PT Vale Indonesia Harun Pandioga.
Saat mengunjungi Nursery PT Vale, rasanya sedang tidak berada di sebuah kawasan tambang, udaranya segar. Belum lagi banyak binatang kecil di sana, semisal laba-laba dan beberapa hewan melata.
Masih di kawasan PT Vale di Blok Sorowako, menikmati jernih dan sejuknya air Danau Matano juga bisa jadi pilihan favorit pengunjung dan warga setempat.
Meskipun sudah bersentuhan dengan industri tambang nikel selama setengah abad lebih, namun jernihnya air Danau Matano tampak tak berubah.
Di tengah aktivitas tambang yang masif, warga masih bisa menikmati berendam di danau tanpa harus takut terpapar limbah industri.
“Kalau mau rekreasi, sering ke sini bawa keluarga. Dari dulu airnya memang seperti ini. Anak-anak suka mandi di sini,” ungkap Amin, warga Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, saat ditemui sedang menemani keluarganya menikmati destinasi wisata Danau Matano.
Waktu itu Rabu, 3 Agustus 2022 menjelang sore, Amin bersama dua orang perempuan sedang duduk santai di sebuah gazebo di tepian Danau Matano sembari mengawasi empat orang anak yang berendam di danau. Baginya, air danau yang jernih sangat cocok untuk anak-anak bermain dan berenang.
Masih jernihnya air Danau Matano tidak terlepas dari komitmen PT Vale yang menjaga limbah industri tidak langsung mengalir ke danau sebelum memenuhi baku mutu sesuai peraturan KLHK.
Zero Fatality
Siapapun yang memasuki kawasan industri PT Vale diwajibkan mengikuti peraturan, terutama aturan keselamatan. Tidak ada yang boleh masuk ke kawasan seenaknya tanpa memperhatikan keselamatan.



















