Iklan HUT korpri

Merawat Masa Depan dari Kawasan Tambang

Tambang PT Vale
Lahan bekas tambang PT Vale dihijauhkan kembali dengan menggunakan bibit yang sebelumnya disemai di Nursery PT Vale. / Tahmil/ReferensiA.id

ReferensiA.id- PT Vale membongkar stigma dan mengubah narasi buruk soal industri tambang. Sebab, sejatinya menambang bukan hanya bicara profit, tapi jauh lebih penting adalah merawat masa depan.

Tandus, gersang, berdebu dan tak ramah lingkungan. Begitulah stigma itu yang selama ini melekat pada industri pertambangan. Bahkan sering kali disebut sebagai sumber masalah sosial, konflik agraria hingga perusakan lingkungan yang berujung bencana.

Baca Juga:  Bupati Luwu Timur Resmikan Gerai Unit Transfusi Darah di Sorowako

Tidak jarang ketika sebuah perusahaan pertambangan hendak berinvestasi di sebuah daerah, justru mendapatkan banyak penolakan dari berbagai pihak. Mereka dituding hanya akan “merampok” di negeri ini lalu pergi meninggalkan kerusakan lingkungan yang mengancam kelangsungan hidup masyarakat lokal.

Pandangan miring terhadap industri tambang itu yang diluruskan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), salah satu perusahaan pertambangan beroperasi di Pulau Sulawesi.

Baca Juga:  Petani Binaan PT Vale Panen Lagi, Hasilkan Hampir 5 Ton Gabah per Hektare

Jika banyak perusahaan pertambangan disebut-sebut sebagai perusak lingkungan, PT Vale justru sebaliknya. Perusahaan yang memproduksi nickel matte 75.000 ton per tahun ini tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Perusahaan yang beroperasi lebih dari setengah abad ini merawat keberlangsungan hidup masa depan dengan menerapkan sistem pertambangan yang baik dan berkelanjutan. Penerapan sistem pertambangan berkelanjutan ini pun diglorifikasikan oleh manajemen PT Vale.

Baca Juga:  PT Vale Tingkatkan Kapasitas TPK PPM di Bahodopi

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Febriany Eddy, pada berbagai kesempatan menyampaikan komitmen perseroan untuk menjadi perusahaan pertambangan yang baik. Menjaga lingkungan tetap lestari, bersih, mengurangi emisi karbon dan limbah, menjadi tujuannya.