Nilam Sari Lawira Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif, Adil Gender dan Ramah Disabilitas dalam Muatan RUU Sisdiknas

Nilam Sari Lawira
Nilam Sari Lawira

ReferensiA.id– Anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah (Sulteng), Nilam Sari Lawira, memberikan catatan kritis sekaligus saran konstruktif terhadap perencanaan pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Menurut Nilam, RUU ini harus menjadi momentum pembaruan pendidikan nasional yang benar-benar berpihak pada seluruh anak bangsa.

Dalam komentarnya, Nilam Sari Lawira menekankan RUU Sisdiknas harus memuat jaminan pendidikan yang inklusif bagi semua peserta didik, termasuk kelompok marginal dan penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Begini Cara Cek Pencairan PIP 2025 yang Bakal Cair Februari

“Sekolah-sekolah kita masih menghadapi keterbatasan dalam menerima peserta didik dari kelompok disabilitas. Infrastruktur, kurikulum, serta tenaga pendidik ramah disabilitas harus disiapkan secara serius,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya prinsip keadilan gender di dalam sistem pendidikan. RUU Sisdiknas harus memastikan setiap kebijakan maupun praktik pendidikan bebas dari diskriminasi gender.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan adanya hambatan yang mengurangi kesempatan perempuan dan anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Rapat Paripurna Setelah Masa Reses, Nilam Sari Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Sulteng

Nilam juga menekankan, perempuan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat pendidikan, tetapi juga harus dilibatkan sebagai pengambil kebijakan dan penggerak utama di berbagai lini pendidikan.

“Peran guru, tenaga pendidik, peneliti, hingga pembuat kebijakan dari kalangan perempuan harus terus diperkuat agar pendidikan nasional benar-benar mencerminkan keadilan sosial,” tambahnya.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyusun RUU Sisdiknas, namun mengingatkan bahwa undang-undang ini hanya akan bermakna jika mampu menghadirkan sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, ramah disabilitas, adil gender, serta memberikan ruang luas bagi peran perempuan dalam membangun bangsa melalui pendidikan. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *