Masyarakat juga meminta kepada pemerintah provinsi agar lebih memperhatikan bidang pendidikan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong khususnya yang menjadi kewenangan provinsi.
“Banyak sekolah-sekolah SMA dan SMK yang tidak layak lagi untuk dijadikan sebagai standar kebutuhan pendidikan khususnya gedung-gedung dan juga mobiler serta kurangnya alat-alat mereka untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran,” ungkap seorang warga yang menghadiri reses.
Pada kesempatan lain, masih di seputaran wilayah Balinggi masyarakat meminta agar pemerintah memberikan bantuan khusus untuk jalan usaha tani dan kantong produksi.
Beberapa daerah bahkan sampai saat ini belum pernah merasakan bagaimana jalan aspal berada di depan rumah mereka.
Selain itu, juga ada beberapa infrastruktur jalan menuju daerah wisata yang perlu mendapatkan perhatian, guna untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung yang mengunjungi tempat wisata tersebut khususnya yang berada di daerah Catur karya yaitu air terjun Baturiti.
Pada kesempatan reses ini ada juga usulan dari mahasiswa KKN STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah untuk adanya perhatian pemerintah, dalam bidang pendidikan khususnya terkait pengangkatan guru-guru agama Hindu yang saat ini sangat kurang.
Mahasiswa juga mengusulkan agar sarana prasarana pendidikan khusus agama yang juga masih sangat perlu mendapatkan perhatian oleh pemerintah dan dinas terkait.
Anggota DRRD Sulteng, Nyoman Slamet memberikan paparan terkait dengan bantuan-bantuan yang sudah disalurkan melalui dana bantuan sosial rumah ibadah, yang jumlahnya untuk anggaran tahun 2022 kurang lebih 28 rumah ibadah baik masjid gereja dan pura yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.
Namun masyarakat banyak juga yang memberikan masukan kiranya masalah persyaratan proposal tidak terlalu sulit dan bantuan bisa diperbesar dari yang sudah disalurkan saat ini, karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan bantuan tersebut.



















