Pentingnya Literasi Kebencanaan Bagi Masyarakat yang Hidup di Atas Patahan Palu Koro

Patahan palu koro
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastuta saat memberikan sambutan. / Ist

Informasi tentang masa lalu bisa diketahui salah satunya melalui arsip. Boleh jadi saat ini arsip tidak terpikirkan, tapi akan menjadi penting di masa mendatang.

Karena itu, Imam Gunarto mengajak pemerintah dan masyarakat di daerah ini agar menyelamatkan arsip kebencanaan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Tengah diminta selamatkan arsip kebencanaan dengan bahu membahu bersama dinas terkait. Bukan hanya bencana gempa, tsunami dan likuefaksi, tapi juga arsip Covid-19.

Baca Juga:  Doda Poso Diguncang 4 Kali Gempa Dangkal Kurun Waktu 20 Menit, Ini Imbauan BMKG

Imam Gunarto juga mengungkapkan, Aceh yang pernah dilanda tsunami tahun 2004 kini memiliki Pusat Studi Arsip Kebencanaan Tsunami. Pusat studi itu terkoneksi dengan Jepang, Perancis, Italia, dan beberapa negara yang memiliki pusat studi kebencanaan.

“Palu, NTB dan Jogjakarta bagian dari simpul jarigan (studi) kebencanaan yang pusatnya di Aceh,” ujarnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura mengakui pentingnya masyarakat di daerah ini memiliki kapasitas literasi kebencanaan.

Baca Juga:  RDP Komisi X DPR dengan Kepala Perpusnas, Nilam Sari: Perpus Sulteng Bisa Jadi Pusat Literasi Kebencanaan

Peristiwa bencana di masa lalu perlu diketahui masyarakat yang hidup di atas patahan Palu Koro.

Dia bercerita, semasa menjabat wali kota Palu, pernah diutus oleh Unesco untuk mempresentasikan makalah tentang sesar Palu Koro.

Meski informasi itu penting, tapi kurang bergaung karena kapasitasnya saat itu masih sebagai wali kota.

“Sayalah yang diutus Unesco membawa makalah di Mumbai. Tiga wali kota bicara. Tiga sesar paling kejam di dunia, Sesar Palu Koro, Wellington di Selandia Baru dan Sesar San Andreas yang melewati California,” kata Rusdy Mastura saat menyampaikan kata sambutan pada kegiatan itu.

Baca Juga:  Gempa Terkini Berkekuatan Magnitudo 4,6 Guncang Parimo, Terasa di Sojol dan Kota Palu

Rusdy Mastura juga mendengar cerita dari orang tua tentang peristiwa bencana alam yang pernah terjadi di masa lalu di daerah ini.

Menurutnya, gempa besar pernah terjadi pada tahun 1927. Tapi, gempa pada 2018 lebih dahsyat.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *