Produksi Nikel PT Vale Meningkat, Pendapatan Capai 220,2 Juta Dolar Selama TW II 2025

PT Vale
Ist

Di sisi lain, selain penerapan royalti baru, keputusan perseroan yang juga merupakan bagian dari MIND ID ini untuk mempercepat jadwal pemeliharaan terencana (sekitar 20 hari) mulai paruh kedua tahun 2025 juga berdampak pada operasi triwulan kedua.

Namun demikian, PT Vale berhasil mempertahankan EBITDA pada tingkat yang sehat sebesar AS$40,0 juta dengan laba bersih positif sebesar AS$3,5 juta untuk triwulan tersebut dan diharapkan dapat mengoptimalkan tingkat produksi untuk paruh kedua tahun ini.

“Kami akan memiliki baseline yang lebih kuat mulai paruh kedua tahun ini. Kami telah mencapai kesepakatan baru untuk penetapan harga nikel matte dengan para pelanggan dan juga memperoleh persetujuan untuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) sekitar 2,2 juta ton bijih saprolit dari blok Bahodopi. Perkembangan ini diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak aliran pendapatan dan memperkuat baseline PT Vale ke depannya,” ujar Direktur dan Chief Financial Officer Perseroan, Rizky Putra.

Baca Juga:  Jembatan Buluri Amblas Diduga Akibat Aktivitas Perusahaan Tambang Galian C, Anggota DPRD Minta Evaluasi

PT Vale juga mencatat peningkatan konsumsi HSFO dan batubara secara triwulanan, terutama didorong oleh volume produksi yang lebih tinggi selama triwulan tersebut.

Sebaliknya, konsumsi diesel pada triwulan II 2025 kembali ke tingkat normal, menunjukkan stabilisasi aktivitas operasiona dan penggunaan energi.

Selama triwulan tersebut, harga HSFO dan batubara masing-masing turun sebesar 1% dan 19%, sementara harga diesel naik sebesar 8% dibandingkan triwulan I 2025.

Baca Juga:  Moeldoko Apresiasi Pengelolaan Pertambangan PT Vale

Penurunan harga batubara yang signifikan ini sejalan dengan tren penurunan harga komoditas global secara umum dan peningkatan efisiensi melalui penerapan strategi pengadaan material curah dalam operasional PT Vale.

Selain penghematan dari belanja energi, PT Vale juga telah melakukar optimalisasi biaya yang ketat dan berkelanjutan, terutama dalam hal SG&A dan pengeluaran korporat lainnya untuk memastikan disiplin dalam menghadapi pasar yang penuh tantangan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *