News  

Raker Komisi X DPR RI dengan Mendiktisaintek, Nilam Sari Lawira Tekankan Pemerataan dan Dampak Nyata Pendidikan di Daerah

Komisi X DPR
Nilam Sari Lawira

ReferensiA.id- Komisi X DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. Rapat ini membahas arah kebijakan strategis, anggaran pendidikan Tahun Anggaran 2026, serta capaian kinerja Kemdiktisaintek Tahun 2025.

Dalam rapat tersebut, Kemdiktisaintek memaparkan komitmen pemerintah dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui penguatan sumber daya manusia unggul, transformasi peran kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, penguatan pusat riset dan akselerator kebijakan strategis, serta perluasan delegasi kewenangan kepada perguruan tinggi.

Selain itu, disampaikan pula alokasi anggaran pendidikan tahun anggaran 2026 sebesar Rp769,1 triliun atau 20,01 persen dari APBN, serta capaian kinerja Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi sepanjang 2025.

Menanggapi paparan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Nasdem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, menyampaikan apresiasi atas arah kebijakan Kemdiktisaintek yang dinilai semakin berorientasi pada dampak nyata dan pemerataan pembangunan pendidikan.

Baca Juga:  PIP Tak Terdampak Efisiensi, Nilam Sari Lawira: Jangan Hambat Pendidikan Anak Bangsa

“Komisi X tentu mendukung komitmen pemerintah dalam memperkuat SDM (sumber daya manusia) unggul, riset, dan pendidikan tinggi. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan hingga daerah, khususnya di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Tengah,” ujar Nilam Sari Lawira.

Ia menilai, peningkatan anggaran pendidikan dan fokus pada penguatan perguruan tinggi serta riset harus diiringi dengan afirmasi wilayah, terutama bagi daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan, kualitas SDM, dan dampak bencana alam seperti Sulawesi Tengah.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *