Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor, konsulten, hingga tenaga kerja yang berkontribusi dalam proses pembangunan.
Menurutnya, setelah akses lalu lintas dibuka, aset jembatan dan jalan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Palu sesuai kewenangan jalan kota, termasuk dalam hal pemeliharaan.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama. Kami telah melakukan dua kali rapat forum lalu lintas lintas provinsi dalam rangka persiapan open traffic ini,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut dilangsungkan pemotongan pita sebagai penanda resmi dibukanya akses lalu lintas Jembatan Palu IV yang kini tampil sebagai ikon baru Kota Palu. Peresmian secara penuh direncanakan akan dilaksanakan pada April mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah Sisliandy Ponulele, Mr Kakuda Kazuyuki selaku Vice Senior Representative JICA, serta unsur Forkopimda. ***



















