Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Palu untuk menata kembali pelaku UMKM yang sebelumnya beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, khususnya pedagang kecil asal Kampung Lere.
Penataan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi keindahan dan ketertiban kawasan jembatan.
Wagub juga menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur melalui Program Berani Lancar.
“Ini adalah salah satu dari program Berani Lancar, maka dari itu kami menggenjot pembangunannya agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Reny.
Jembatan 4 Palu diharapkan tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga memperkuat konektivitas antar kawasan strategis di ibu kota provinsi. Infrastruktur ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan daerah setelah masa pemulihan panjang.
“Saya meminta masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu mari kita sama-sama menjaga jembatan ini yang telah menjadi ikon baru untuk Kota Palu,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran jembatan akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Mobilitas yang lebih lancar diyakini mampu meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan kegiatan sosial warga.
Ia menambahkan, menjelang Bulan Suci Ramadhan, jembatan tersebut akan menjadi jalur alternatif sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
“Sebentar lagi Bulan Suci Ramadhan, pastinya tempat ini menjadi tempat untuk masyarakat jalan-jalan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang Razak mengatakan, Jembatan Palu 4 dan Elevated Road (jalan laying) bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga sebagai simbol harapan, persatuan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat pascabencana.



















