Sementara Untuk mendukung keberlanjutan sumber daya ikan, khususnya ikan karang, ROA atas dukungan Burung Indonesia serta Critical Ekosistem Patnership Fund juga melakukan pencatatan hasil tangkapan ikan menggunakan sistem logbook.
“Adapun tujuan pencatatan ikan karang ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi nelayan terkait sistem pencatatan ikan menggunakan logbook, dan pencatatan ikan menjadi informasi penangkapan ikan yang efektif untuk memperbaiki kualitas data, karena sistem tersebut adalah bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang akurat, terkini dan objektif,” katanya.
Walaupun saat ini masih difokuskan pada ikan karang yang berada di wilayah dampingan, namun ROA berharap dapat menjadi sistem yang juga bisa digunakan oleh nelayan skala besar, atau kapal-kapal ikan tangkap besar. Termasuk dapat direplikasi ke desa-desa nelayan lainnya sebagai upaya memperbaiki sistem pengelolaan data berbasis desa terkait hasil tangkapan.
Sementara itu, pemerintah Kelurahan Talang Batu, maupun pemerintahan Desa Luok yang hadir dalam kegiatan menyampaikan, memang sudah saatnya mendorong proses pencatatan ikan agar nelayan di wilayah pesisir mulai berbenah, khususnya terkait data-data. Mengingat data tersebut juga dibutuhkan untuk proses pembangunan, karena jika data tidak ada maka sulit pula untuk merancang sebuah program.
“Semoga dengan memulakan proses pencatatan ini akan memberikan perbaikan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan data hasil tangkapan ikan,” harap Lurah Talang Batu Susanto Bahar.
Ketua Kelompok Daerah Perlindungan Laut Tanjung Sarro, Disen, meminta agar dilakukan penyederhanaan proses pencatatan bagi nelayan. Bahkan kata dia, jika perlu pencatatan bisa langsung terhubung dengan pencatat atau pendata ikan, mengingat saat ini banyak nelayan yang sudah menggunakan smartphone. RED



















