Iklan HUT korpri

ROA Dorong Nelayan Manfaatkan Logbook Pencatatan Ikan

Logbook Pencatatan Ikan
ROA bersama pemerintah setempat menggelar diseminasi pentingnya pencatatan ikan bagi kelangsungan sumber daya ikan di Pulo Dua, Desa Kampangar, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin 21 Maret 2022. / Ist

ReferensiA.id – Relawan Orang dan Alam (ROA) mendorong nelayan untuk memanfaatkan logbook pencatatan ikan saat melakukan aktivitas menangkap ikan. Hal itu sebagai upaya perbaikan data produksi pada perikanan tangkap yang terus dilakukan.

Pernyataan itu disampaikan Field Officer ROA Abdul Rifai dalam Diseminasi Pentingnya Pencatatan Ikan Bagi Kelangsungan Sumber Daya Ikan yang digelar di Pulo Dua, Desa Kampangar, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin 21 Maret 2022.

Baca Juga:  Tema HUT ke-58 Provinsi Sulteng Terkait Kesiapan Menyongsong IKN Nusantara

“Perbaikan kualitas data menjadi fokus, karena selama ini ketersediaan data produksi perikanan tangkap masih perlu dimaksimalkan lagi. Karena pasar global saat ini mulai menuntut data yang handal dan akurat baik untuk saat ini dan masa mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki praktik perikanan berkelanjutan pada sektor perikanan tangkap, di antaranya adalah dengan meningkatkan kualitas data produksi perikanan tangkap. Upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki sistem pendataan melalui sistem logbook (buku harian kapal) penangkapan ikan.

Baca Juga:  Sabu-Sabu Seberat 29 Kg Hasil Penangkapan di Sojol Donggala Dimusnahkan

Memperbaiki kualitas data produksi perikanan tangkap dianggap penting, karen berkaitan dengan sistem ketertelusuran hasil tangkapan ikan bagi pasar.

Selain itu, kualitas data juga akan memberi manfaat dan rencana bisnis bagi para pelaku usaha, sekaligus berfungsi sebagai tata kelola perikanan baik di level tapak maupun skala nasional.

“Saat ini, kami mencoba melakukan peningkatan kapasitas bagi pemuda maupun nelayan untuk mulai melakukan pencatatan walaupun masih sebatas pada ruang lingkup yang berskala kecil, semisal di level desa wilayah pesisir seperti yang dilakukan di Kelurahan Talang Batu dan Desa Luok Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, di mana kedua wilayah tersebut mulai mencatat hasil tangkapan ikan karang yang dilakukan oleh nelayan tradisional,” jelasnya.